Tampilkan postingan dengan label menteri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menteri. Tampilkan semua postingan
Mengejutkan Menteri Pertahanan Israel Putuskan Undur dari Politik
Kamis, 19 Desember 2013
26 November 2012
Ehud Barak (Foto: AP)
TEL AVIV - Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak mengeluarkan pengumumkan mengejutkan, yang menyebutkan dia undur dari dunia perpolitikan Negeri Yahudi itu. Keputusannya ini diperkirakan boleh mengguncang sistem politik di Israel menjelang pemilihan umum.
Mantan jenderal yang pernah pula menjadi Perdana Menteri Israel itu mengatakan, dia akan memegang jabatan Menteri Pertahanan Israel hingga pemerintahan baru terbentuk pada 22 Januariakan datang.
"Saya tidak mengambil keputusan ini tanpa perhitungan. Ini sudah saya fikirkan matang-matang," ujar Barak, seperti dikutip Associated Press, 26/11/2012 .
Pengunduran diri Barak boleh menjadi hilangnya tokoh yang menjadi mediator dari pemerintahan keras dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. PM Netanyahu diperkirakan akan tetap mencuba meraih kepemimpinan di Israel untuk penggal keduanya.
Barak yang memegang faksi kecil di parlimen, seringkali bertindak sebagai utusan tidak resmi untuk Amerika Syarikat guna memuluskan hubungan antara Pemerintahan Presiden Barack Obama dan PM Netanyahu, yang seringkali dilanda ketegangan. Ahli politik berusia 70 tahun itu memutuskan untuk undur setelah Independence Party yang dipimpinnya, meraih momentum positif usai serangan militer Israel ke Gaza minggu lalu.
"Saya terlalu letih dengan kegiatan politik saat, yang tidak pernah menjadi sebuah hasrat besar. Masih banyak cara lain bagi saya untuk mengabdi kepada negara, bukan hanya politik," lanjutnya.
Barak dan Netanyahu dikenal dekat selama empat tahun terakhir. Tetapi keduanya sepertinya beda pendapat mengenai rencana serangan tentera Israel terhadap fasiliti nuklir Iran. Rencana itu, amat ditentang oleh AS, yang meyakini masalah Iran masih boleh diatasi dengan jalan diplomasi.(faj)okezone.com
Mantan jenderal yang pernah pula menjadi Perdana Menteri Israel itu mengatakan, dia akan memegang jabatan Menteri Pertahanan Israel hingga pemerintahan baru terbentuk pada 22 Januariakan datang.
"Saya tidak mengambil keputusan ini tanpa perhitungan. Ini sudah saya fikirkan matang-matang," ujar Barak, seperti dikutip Associated Press, 26/11/2012 .
Pengunduran diri Barak boleh menjadi hilangnya tokoh yang menjadi mediator dari pemerintahan keras dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. PM Netanyahu diperkirakan akan tetap mencuba meraih kepemimpinan di Israel untuk penggal keduanya.
Barak yang memegang faksi kecil di parlimen, seringkali bertindak sebagai utusan tidak resmi untuk Amerika Syarikat guna memuluskan hubungan antara Pemerintahan Presiden Barack Obama dan PM Netanyahu, yang seringkali dilanda ketegangan. Ahli politik berusia 70 tahun itu memutuskan untuk undur setelah Independence Party yang dipimpinnya, meraih momentum positif usai serangan militer Israel ke Gaza minggu lalu.
"Saya terlalu letih dengan kegiatan politik saat, yang tidak pernah menjadi sebuah hasrat besar. Masih banyak cara lain bagi saya untuk mengabdi kepada negara, bukan hanya politik," lanjutnya.
Barak dan Netanyahu dikenal dekat selama empat tahun terakhir. Tetapi keduanya sepertinya beda pendapat mengenai rencana serangan tentera Israel terhadap fasiliti nuklir Iran. Rencana itu, amat ditentang oleh AS, yang meyakini masalah Iran masih boleh diatasi dengan jalan diplomasi.(faj)okezone.com
Label:
dari,
israel,
mengejutkan,
menteri,
pertahanan,
politik,
putuskan,
undur
Rafizi Potong elaun minyak menteri

Rafizi Ramli
SHAH ALAM - Cara paling mudah untuk mengurangkan defisit negara dan membantu menjana ekonomi adalah dengan memotong elaun minyak yang diberikan kepada menteri, timbalan menteri dan pegawai-pegawai kerajaan.
Pengarah Strategi PKR, Rafizi Ramli berkata, ada hampir 70 menteri dan timbalan. Setiap menteri ada hampir lima pegawai, menjadikan jumlah mereka seramai 350 orang.
"Jika setiap orang diberikan elaun petrol RM1,000 selama sebulan, ia akan menjadi RM350,000 dan untuk tempoh setahun kerajaan perlu mengeluarkan RM4 juta untuk mereka.
"Jika elaun ini dipotong, ia dapat membantu kerajaan untuk perkara lain yang lebih bermanfaat kepada rakyat, ini juga akan mengajar mereka supaya lebih berhati-hati dalam merancang perjalanan dan program mereka." katanya kepada Sinar Harian, pada Rabu.
Beliau berkata, sudah tiba masanya semua menteri sama-sama merasai bebanan yang ditanggung rakyat kesan daripada kenaikan harga minyak.
"Bukan hanya elaun, malah banyak majlis-majlis kerajaan dilihat lebih bersifat membazir.
"Tidak perlu ada lagi tajaan bas, trip bercuti ke luar negara dan banyak lagi. Sekarang, kerajaan perlu berjimat, bukan rakyat," katanya.
Rafizi berkata, Perdana Menteri, Datuk Seri Najib Tun Razak perlu telus untuk membentangkan apakah program yang boleh mengurangkan pembaziran wang negara.
"Kerajaan perlu tampil memberitahu rakyat mengenai program tersebut. Jangan hanya menyalahkan rakyat.
"PKR juga sudah ada program untuk disyorkan kepada rakyat bagi mengelakkan pembaziran, seharusnya kerajaan juga harus begitu, mengutamakan rakyat dan bukannya menteri atau kroni," katanya.
Langganan:
Postingan (Atom)