Kisah Sisa Potongan Singkong

Selasa, 03 Desember 2013

Foto: ... SEBUAH KISAH POTONGAN SISA SINGKONG ...  Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Di Cipete Jakarta Selatan. Di sebuah sekolah dasar di sana, seorang pria penjual gorengan bernama Udin (bukan nama asli) berjualan.  Lonceng turun main, kira-kira akan berbunyi sepuluh menit lagi. Ia tengah memotong beberapa singkong untuk digoreng. Singkong seperti kita tahu, berbentuk tabung dan berkerucut pada ujungnya.  Biasanya sebuah singkong akan dipotong lima bagian. 4 bagian digoreng untuk dijual, sementara bagian ujung atau pentilnya disisihkan untuk dibuang.  Hari itu, Udin menggoreng kira-kira 5 buah singkong, dan pentil singkong yang tersisa pun berjumlah 5 karenanya.  Lonceng istirahat berbunyi, para siswa pun berhamburan ke luar kelas untuk jajan dan istirahat. Seorang anak kurus sambil menggigit jari berdiri di ujung gerobak Udin. Anak ini tidak membeli gorengan seperti siswa lainnya, juga tidak berbicara sepatah katapun.  Naluri Udin berkata bahwa anak ini tidak punya uang untuk jajan. Hati kecil menyuruhnya agar 5 pentil singkong yang ada diberikan saja kepada anak itu. Maka diambillah beberapa pentil itu. Ia masukkan ke dalam adonan tepung, kemudian digorenglah. Setelah matang, Udin menaruhnya di atas kertas lalu disodorkannya kepada anak itu.  Si anak senang bukan main. Senyumnya mengembang. Udin turut bahagia melihatnya. Belakangan, Udin tahu bahwa anak tersebut adalah seorang yatim yang baru saja kehilangan bapak.  Kejadian pagi itu terus berulang. Udin memberikan beberapa pentil singkongnya kepada anak yatim itu.  Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun hingga anak itu lulus dari Sekolah Dasar. Udin tidak merasa berat, sebab apa yang ia berikan kepada anak yatim itu, tiada lain adalah barang yang tiada berharga bagi siapapun. Dalam pengalamannya berjualan, tidak ada seorang pun yang mencari pentil singkong untuk dibeli. Bahkan bila dijual sekalipun dalam jumlah banyak, pastilah tidak akan laku.  Udin tak berkeberatan memberikan pentil singkongnya kepada anak itu. Bahkan untuk setiap hari!  Allah Swt akan membalas kebaikan seorang hamba bila ia membantu saudaranya bahkan hingga 700 kali lipat!  Lebih dari 30 tahun berselang setelah anak yatim itu lulus. Saat itu, Udin masih mengerjakan rutinitasnya setiap hari; yaitu berjualan gorengan di sekolah dasar yang sama. Maka berhentilah sebuah mobil mewah nan mengkilap tepat di depan gerobak Udin.  Seorang pemuda tampan turun dari mobil. Ia mengenakan setelan dan dasi yang bermerk. Rambutnya di sisir rapi dan mengkilat ditimpa sinar matahari.  Melihat calon pembeli dengan mobil bagus, Udin sigap membuka pembicaraan, “Mau beli gorengan, Den…?!” Pemuda itu tersenyum dan berkata, “Masa akang lupa sama saya?” Pertanyaan itu membuat Udin berpikir singkat, namun ia tidak menemukan jawaban. Udin lalu bertanya polos, “Memangnya…, Aden ini siapa ya?” Masih tersenyum, pemuda itu mengatakan, “Saya ini adalah anak pentil singkong, Kang!” Mendengar itu, Udin berucap tasbih. Rasa gembira terbit di hatinya melihat kesuksesan anak ini. Anak pentil singkong yang dulu kerap berdiri di pinggir gerobaknya.  “Masya Allah…. sudah sukses sekarang ya, Den?!” Udin bertanya sekali lagi. “Alhamdulillah, Kang!” jawab si Aden.  Udin lalu menggamit lengan si Aden, diajaknya masuk ke balik gerobak. Udin menyorongkan sebuah kursi kecil untuk duduk. Maka duduklah pemuda itu, sementara Udin meneruskan pekerjaannya…. menggoreng singkong, tempe dan lain-lain.  Sambil Udin bekerja, pembicaraan mengenai kenangan lama terulang kembali. Keduanya merajut rasa syukur kepada Allah Swt Yang telah melimpahkan anugerah tiada terkira. Pembicaraan tersebut terus berlanjut hingga berujung pada sebuah kalimat yang diucapkan sang pemuda.  “Akang… saya ke sini mau berterima kasih!” kata si pemuda. “Atas apa, Den?!” jawab Udin. “Berterima kasih atas kebaikan kang Udin kepada saya. Dulu kalau gak dikasih pentil singkong sama Akang, saya gak bakal bisa belajar dengan tenang. Kalau belajar gak tenang, saya gak bakal pintar. Kalau gak pintar, saya gak bakal bisa lulus sekolah dan sukses seperti sekarang…. saya ke sini mau berterima kasih ke kang Udin!”. Kalimat yang baru diucapkan oleh pemuda begitu tersusun dan membanggakan hati Udin. Namun Udin masih berkelit sambil berujar, “Den… sudah gak usah dipikirkan. Apa yang saya kasih ke Aden berupa pentil singkong itu kan gak berharga! Ngapain pake terima kasih segala. Lagian, kalo saya jual gak bakal ada yang mau…!” Udin mencoba merendah dan menolak pamrih.  Pemuda masih mengejar dengan satu pertanyaan lagi, dan ini membuat Udin menjadi bergidik. “Akang…, saya dan istri berniat haji tahun ini. Saya ingin Kang Udin dan istri mau menemani kami. Mau kan, Kang?”  Gemuruh rasa terjadi di dada Udin. Tidak pernah terbayang baginya akan ada seorang hamba Allah yang mengajaknya untuk menunaikan rukun Islam kelima. Udin pun mengiyakan, dan pemuda itu pun pergi meninggalkan Udin.  Udin dan istrinya berangkat haji. Seluruh biaya dan uang jajan keduanya ditanggung oleh si pemuda. Barangkali lebih dari Rp 60 juta yang dibayarkan olehnya. Udin dan istri lalu berangkat ke Baitullah, menunaikan semua ritual dan kewajiban dalam ibadah haji. Hingga ia dan istri kembali ke tanah air lagi dengan selamat.  Sesampainya di tanah air, banyak kerabat, saudara dan tetangga datang bersilaturahmi. Udin membagikan oleh-oleh berupa air zamzam, kurma dan banyak lagi.  Banyak orang senang menerima hadiah tersebut. Mereka pun banyak menanyakan pengalaman Udin dan istri selama berhaji.  Udin menjawab semua pertanyaan orang yang datang sebisanya. Hingga saat ada seseorang yang bertanya tentang bagaimana caranya kang Udin dapat berhaji bersama istri padahal usahanya hanya sekedar menjual gorengan.  Rupanya… banyak yang belum tahu dengan cara apa Udin berangkat haji. Dan memang, ia merahasiakan hal itu selama ini. Udin pun menjawab seadanya, “Dulu…, saya sedekah pentil singkong kepada seorang anak yatim, eh gak taunya dengan sedekah itu saya dan istri berangkat haji. Kalo tahu begini, coba dulu saya sedekah singkong beneran sama tuh anak…!”  Udin mencoba berkelakar dengan jawabannya, dan hal itu membuat hadirin tertawa terbahak mendengarnya. Dalam hati, Udin bersyukur kepada Allah Swt Yang Sungguh menepati janji kepada dirinya.  Sungguh Allah Swt Maha Kuasa untuk membalas amal seorang hamba, bahkan hingga 700 kali lipat atau lebih dari itu.  (Tulisan dari Bobby Herwibowo (Dewan Pengawas Syariah Dompet Dhuafa Republika) dikirim oleh Rafyandi Sjofjan.)  Bobby Herwibowo – 08158300456 Dewan Pengawas Syariah Dompet Dhuafa Republika  ~ o ~  --- Jika terjadi kesalahan dan kekurangan disana-sini dalam catatan ini ... Itu hanyalah dari kami ... dan kepada Allah SWT., kami mohon ampunan ... ----  Silahkan DICOPAS atau DI SHARE, .. jika menurut sahabat note ini bermanfaat ....  Gabung juga yuk di FP Ini untuk Berbagi Ilmu dan Motivasi Islami : http://www.facebook.com/pages/Cahaya-Bulan/167129003319212  Dan jangan lupa Undang teman ke page Strawberry dengan cara klik link ini : http://www.facebook.com/pages/Strawberry/327342750179?sk=app_181411457193  #BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI# ------------------------------------------------ .... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa atuubu Ilaik  ** Sumber : ceritanurmanadi.wordpress.com 


Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Di Cipete Jakarta Selatan. Di sebuah sekolah dasar di sana, seorang pria penjual gorengan bernama Udin (bukan nama asli) berjualan.

Lonceng turun main, kira-kira akan berbunyi sepuluh menit lagi. Ia tengah memotong beberapa singkong untuk digoreng. Singkong seperti kita tahu, berbentuk tabung dan berkerucut pada ujungnya.

Biasanya sebuah singkong akan dipotong lima bagian. 4 bagian digoreng untuk dijual, sementara bagian ujung atau pentilnya disisihkan untuk dibuang.

Hari itu, Udin menggoreng kira-kira 5 buah singkong, dan pentil singkong yang tersisa pun berjumlah 5 karenanya.

Lonceng istirahat berbunyi, para siswa pun berhamburan ke luar kelas untuk jajan dan istirahat. Seorang anak kurus sambil menggigit jari berdiri di ujung gerobak Udin. Anak ini tidak membeli gorengan seperti siswa lainnya, juga tidak berbicara sepatah katapun.

Naluri Udin berkata bahwa anak ini tidak punya uang untuk jajan. Hati kecil menyuruhnya agar 5 pentil singkong yang ada diberikan saja kepada anak itu. Maka diambillah beberapa pentil itu. Ia masukkan ke dalam adonan tepung, kemudian digorenglah. Setelah matang, Udin menaruhnya di atas kertas lalu disodorkannya kepada anak itu.

Si anak senang bukan main. Senyumnya mengembang. Udin turut bahagia melihatnya. Belakangan, Udin tahu bahwa anak tersebut adalah seorang yatim yang baru saja kehilangan bapak.

Kejadian pagi itu terus berulang. Udin memberikan beberapa pentil singkongnya kepada anak yatim itu.

Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun hingga anak itu lulus dari Sekolah Dasar. Udin tidak merasa berat, sebab apa yang ia berikan kepada anak yatim itu, tiada lain adalah barang yang tiada berharga bagi siapapun. Dalam pengalamannya berjualan, tidak ada seorang pun yang mencari pentil singkong untuk dibeli. Bahkan bila dijual sekalipun dalam jumlah banyak, pastilah tidak akan laku.

Udin tak berkeberatan memberikan pentil singkongnya kepada anak itu. Bahkan untuk setiap hari!

Allah Swt akan membalas kebaikan seorang hamba bila ia membantu saudaranya bahkan hingga 700 kali lipat!

Lebih dari 30 tahun berselang setelah anak yatim itu lulus. Saat itu, Udin masih mengerjakan rutinitasnya setiap hari; yaitu berjualan gorengan di sekolah dasar yang sama. Maka berhentilah sebuah mobil mewah nan mengkilap tepat di depan gerobak Udin.

Seorang pemuda tampan turun dari mobil. Ia mengenakan setelan dan dasi yang bermerk. Rambutnya di sisir rapi dan mengkilat ditimpa sinar matahari.

Melihat calon pembeli dengan mobil bagus, Udin sigap membuka pembicaraan, “Mau beli gorengan, Den…?!” Pemuda itu tersenyum dan berkata, “Masa akang lupa sama saya?” Pertanyaan itu membuat Udin berpikir singkat, namun ia tidak menemukan jawaban. Udin lalu bertanya polos, “Memangnya…, Aden ini siapa ya?” Masih tersenyum, pemuda itu mengatakan, “Saya ini adalah anak pentil singkong, Kang!” Mendengar itu, Udin berucap tasbih. Rasa gembira terbit di hatinya melihat kesuksesan anak ini. Anak pentil singkong yang dulu kerap berdiri di pinggir gerobaknya.

“Masya Allah…. sudah sukses sekarang ya, Den?!” Udin bertanya sekali lagi. “Alhamdulillah, Kang!” jawab si Aden.

Udin lalu menggamit lengan si Aden, diajaknya masuk ke balik gerobak. Udin menyorongkan sebuah kursi kecil untuk duduk. Maka duduklah pemuda itu, sementara Udin meneruskan pekerjaannya…. menggoreng singkong, tempe dan lain-lain.

Sambil Udin bekerja, pembicaraan mengenai kenangan lama terulang kembali. Keduanya merajut rasa syukur kepada Allah Swt Yang telah melimpahkan anugerah tiada terkira. Pembicaraan tersebut terus berlanjut hingga berujung pada sebuah kalimat yang diucapkan sang pemuda.

“Akang… saya ke sini mau berterima kasih!” kata si pemuda. “Atas apa, Den?!” jawab Udin. “Berterima kasih atas kebaikan kang Udin kepada saya. Dulu kalau gak dikasih pentil singkong sama Akang, saya gak bakal bisa belajar dengan tenang. Kalau belajar gak tenang, saya gak bakal pintar. Kalau gak pintar, saya gak bakal bisa lulus sekolah dan sukses seperti sekarang…. saya ke sini mau berterima kasih ke kang Udin!”. Kalimat yang baru diucapkan oleh pemuda begitu tersusun dan membanggakan hati Udin. Namun Udin masih berkelit sambil berujar, “Den… sudah gak usah dipikirkan. Apa yang saya kasih ke Aden berupa pentil singkong itu kan gak berharga! Ngapain pake terima kasih segala. Lagian, kalo saya jual gak bakal ada yang mau…!” Udin mencoba merendah dan menolak pamrih.

Pemuda masih mengejar dengan satu pertanyaan lagi, dan ini membuat Udin menjadi bergidik. “Akang…, saya dan istri berniat haji tahun ini. Saya ingin Kang Udin dan istri mau menemani kami. Mau kan, Kang?”

Gemuruh rasa terjadi di dada Udin. Tidak pernah terbayang baginya akan ada seorang hamba Allah yang mengajaknya untuk menunaikan rukun Islam kelima. Udin pun mengiyakan, dan pemuda itu pun pergi meninggalkan Udin.

Udin dan istrinya berangkat haji. Seluruh biaya dan uang jajan keduanya ditanggung oleh si pemuda. Barangkali lebih dari Rp 60 juta yang dibayarkan olehnya. Udin dan istri lalu berangkat ke Baitullah, menunaikan semua ritual dan kewajiban dalam ibadah haji. Hingga ia dan istri kembali ke tanah air lagi dengan selamat.

Sesampainya di tanah air, banyak kerabat, saudara dan tetangga datang bersilaturahmi. Udin membagikan oleh-oleh berupa air zamzam, kurma dan banyak lagi.

Banyak orang senang menerima hadiah tersebut. Mereka pun banyak menanyakan pengalaman Udin dan istri selama berhaji.

Udin menjawab semua pertanyaan orang yang datang sebisanya. Hingga saat ada seseorang yang bertanya tentang bagaimana caranya kang Udin dapat berhaji bersama istri padahal usahanya hanya sekedar menjual gorengan.

Rupanya… banyak yang belum tahu dengan cara apa Udin berangkat haji. Dan memang, ia merahasiakan hal itu selama ini. Udin pun menjawab seadanya, “Dulu…, saya sedekah pentil singkong kepada seorang anak yatim, eh gak taunya dengan sedekah itu saya dan istri berangkat haji. Kalo tahu begini, coba dulu saya sedekah singkong beneran sama tuh anak…!”

Udin mencoba berkelakar dengan jawabannya, dan hal itu membuat hadirin tertawa terbahak mendengarnya. Dalam hati, Udin bersyukur kepada Allah Swt Yang Sungguh menepati janji kepada dirinya.

Sungguh Allah Swt Maha Kuasa untuk membalas amal seorang hamba, bahkan hingga 700 kali lipat atau lebih dari itu.

sumber : Catatan strawberry 

(Tulisan dari Bobby Herwibowo (Dewan Pengawas Syariah Dompet Dhuafa Republika) dikirim oleh Rafyandi Sjofjan.)
Read More..

WOW! Orang Ini Dibayar Rp 212 Juta Per Detik


Dari beberapa deretan juri US X Factor, salah satu jurinya adalah Cheryl Cole baru dikeluarkan dari situ oleh Simon Cowell. Dan Cheryl Cole sendiri telah mendapatkan gajinya yang tidaklah sedikit pula.


US X Factor adalah sebuah acara pencari bakat dan salah satu jurinya adalah Cherly Cole dan Simon Cowell, namun beberapa hari sebelum syuting acara ini, Simon Cowell menghentikan Cherly Cole dari juri US X Factor dan digantikan oleh Nicole Scherzinger.

Cherly Cole hanya tampil selama 80 detik dan mendapatkan bayaran sebesar £1.2 juta atau setara dengan Rp. 17 miliar, dan bayaran sebesar itu sudah termasuk besar bagi seorang juri.

Juri ini juga dikabarkan untuk 99 kata yang diucapkannya dia dibayar sebesar £12,000 atau setara dengan Rp. 184 juta, hal ini seperti yang dilansir oleh Daily Star.

Cheryl-lah yang akhirnya tertawa dalam perjalanan menuju bank. "Ini adalah cara termudah untuk mendapatkan uang,” ujar salah satu sumber yang mengaku.


80 Detik = 17 Miliar
99 Kata = 184 juta

Sumber : http://kolom-inspirasi.blogspot.com/2011/10/wow-orang-ini-dibayar-rp212-juta-per.html#ixzz1bf5SU1tc
Read More..

Tips Memaksimalkan Camcorder

Senin, 02 Desember 2013

Canon Legria FS405 Silver, 5.4 MP, 37x Optical Zoom, 2.7
Menggunakan camcorder, gampang-gampang susah. Gampang karena ada fitur yang membuatnya otomatis, sehingga pengguna tinggal terima jadi. Sedangkan, banyaknya tools yang ditawarkan terkadang membuat kita bingung memakainya.
Bersandar kepada fitur otomatis pada camcorder, berikut ada 7 tips yang tidak boleh Anda lakukan untuk menghindar dari pengambilan gambar yang kurang sempurna.
Berikut tips nya:
  1. Jangan menggunakan digital zoom.
    Sesungguhnya camcorder seperti kamera. Yakni dilengkapi dengan optical zoom dan digital zoom. Jangan sekali-sekali membeli camcorder berdasarkan besaran digital zoom yang ditawarkan( 240 X, 300 X, 800 X). Sebab tampilan gambar dari zoom ini akan mengakibatkan "pixelation" di video. Jika Anda membutuhkan jarak yang lebih dekat dengan obyek, ikuti dengan cara tradisional, yakni: Melangkahkan kaki.

  2. Jangan memakai mode LP
    Untuk meng-irit lama tayangan di kaset video, umumnya orang lebih memilih memakai mode LP (long play). Padahal mode ini adalah mode yang paling menawarkan gambar yang berkualitas rendah. Bagaimana caranya agar Anda dapat leluasa men-shoot minimal dalam mode standar? Ubah cara kerja Anda ketika memakai camcorder. Akrabkan diri anda dengan fungsi pause untuk menghemat isi kaset/memory.

  3. Jangan hemat batere
    Siapkan batere cadangan. Minimal bawalah serta charger kemanapun Anda memakai camcorder Anda. Sebagai informasi, batere baru akan memberikan daya hingga satu jam. Namun setelah pemakaian 12 hingga 18 bulan, umumnya hanya tahan hingga setengahnya (30 menit).
  4. Jangan mengandalkan microfon built-in
    Untuk pemakaian yang lebih serius (interview misalnya), pastikan camcorder Anda memiliki input audio.Lakukanlah dengan memakai miocrofon sebagai perangkat external (bukan yang built-in).
  5. Jangan men-shoot dalam gelap.
    Apa yang terlihat di mata, berbeda dengan yang dilihat camcorder melalui lensanya. Di ruangan temaram, dengan lampu 60 watt, camcorder sudah susah untuk merekam gambar. Apalagi jika camcorder yang dipakai tidak dilengkapi dengan kemampuan mengadjust exsposure, white balance dan setting lain yang berhubungan. Solusinya, matikan fungsi autofocus, dan pastikan camcorder steady pada permukaan yang datar dan rata. Kalau perlu pakai tripod.

  6. Jangan gunakan special effect.
    Spesial effect yang ditawarkan di camcorder (dari sepia hingga slow motion), meskipun hasilnya bikinfun, namun dalam hal editing akan memakan kontrol yang lebih besar dan variatif. Pastikan memakai spesialeffect setelah Anda menginstall softwarenya di komputer Anda.

  7. Jangan abaikan imajinasi.
    Dalam mengambil gambar, bayangkan papan tic-tac-toe di viewfinder camcorder Anda. Garisintersection dalam empat titik. Tujuan shooting yang Anda lakukan harus tercakup di satu atau di keempat frame titik tersebut (mempertahankan subyek tetap di tengah). Hal ini penting jika digunakan untuk men-shoot interview atau orang yang berbicara dalam posisi close up.

    sumber
Read More..

Pengaruh dan Manfaat Musik Dalam Kehidupan Kita


Youll Never Walk Alone - Sejak kita dilahirkan ke dunia ini kita telah di bekali pengindraan. Setiap alat indra  menerima rangsang stimulasi dari lingkungan sekitar. Rangsang stimulasi  tertentu yang ditangkap oleh indra tertentu yang menghasilkan kesan  tertentu di dalam diri kita.

Musik merupakan salah satu  bentuk rangsang suara yang merupakan stimulasi khas untuk indra  pendengaran. Musik lebih dari sekedar bunyi. Bunyi dihasilkan oleh  adanya benda yang bergetar atau adanya benturan benda yang menggetarkan  udara di sekelilingnya.

Musik merupakan getaran  udara harmonis yang ditangkap oleh organ pendengaran melaluisaraf di  dalam tubuh kita dan disampaikan ke dalam susunan saraf pusat sehingga  menimbulkan kesan tertentu di dalam diri kita. Akibatnya jika kita  mendengarkan musik kita cenderung menghentakan kaki pada lantai atau  mengetukan tangan pada meja, atau membayangkan iramanya di dalam diri  kita sendiri.

Getaran udara (Vibrasi) yang dihasilkan oleh  alat musik mempengaruhi getaran udara yang ada di sekeliling kita.  Harmonisasi nada dan irama musik mempengaruhi kesan harmoni di dalam  diri kita. Jika harmoni musik setara dengan irama internal tubuh kita,  maka musik akan memberi kesan yang menyenangkan, sebaliknya jika harmoni  musik tidak setara dengan irama internal tubuh kita, maka musik akan  memberikan kesan yang kurang menyenangkan.

Mengapa Musik dapat Menjadi Alat Terapi ?
getaran suara adalah alami sifatnya, namun alat yang menghasilkan secara garis besar ada dua 2 :

1. Alat musik alami karya Ilahi seperti suara manusia.
2. Alat musik buatan manusia seperti yang banyak kita kenal.

Kedua  alat ini mempunyai warna pada masing-masingnya yang di pengaruhi oleh  unsur unsur benda yang menghasilkan bunyinya. Warna masing masing alat  musik dan jenis suara yang di hasilkan mempengaruhi organ dan proses  kebutuhan seseorang.

Suara dan alat musik tiup di hasilkan oleh gerakan udara dan mempengaruhi pernapasan.
Perkusi (musik pukul) di hasilkan oleh adanya benturan benda padat dan menghasilkan hentakan yang mempengaruhi detak nadi.
Alat musik dawai menghasilkan bunyi yang mempengaruhi arus aliran darah di dalam tubuh kita.

Musik  memiliki irama (ritme) yang mempengaruhi irama yang ada di dalam diri  kita. Jika irama musik cepat kesan irama yang kita rasakan juga cepat,  sebaliknya jika irama lambat kesan irama yang kita peroleh juga lambat.

Jadi  jika ritme kehidupan seseorang terlalu cepat, dia dapat  menetralisasinya dengan sering mendengarkan musik dengan tempo yang  relatif lambat. Sebaliknya jika ritme kehidupan seseorang terlalu  lambat, ia dapat menetralisasinya dengan mendengarkan musik dengan tempo  yang agak cepat.

Suara yang dihasilkan bisa kuat bisa  juga lemah. kuat lemahnya suara di tangkap oleh pengindraan seseorang  yang di pengaruhi oleh ambang kepekaan seseorang. Jika seseorang  mempunyai kepekaan tinggi dan mendengar suara yang terlalu kuat, ia  dapat merasa terganggu. Jika seseorang memiliki ambang kepekaan rendah  dan mendengar suara terlalu lemah ia tidak akan merasakan dampak yang  berarti.
Read More..

Inilah Masjid dengan Kisah ‘Lubang yang Menuju Mekkah’



Masjid Agung Keraton Buton di Sulawesi Tenggara, merupakan peninggalan Kerajaan Islam Buton. Masjid ini punya kisah mengenai ‘lubang yang menuju Mekkah’. Penasaran?Masjid Agung Keraton Buton juga dikenal sebagai Masjid Agung Wolio. Masjid ini berada di Kota Bau-bau, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara.

Bila melihat sekilas, masjid ini tampak biasa saja. Dengan bentuk persegi panjang, masjid tertua di Sulawesi Tenggara ini memiliki arsitektur yang sederhana. Tidak seperti Masjid Istiqlal di Jakarta atau Masjid Dian Al Mahri (Kubah Emas) yang memiliki bentuk bangunan yang megah.

Masjid yang sudah mengalami pemugaran sejak pemerintahan Sultan Buton ke-37 pada tahun 1930 ini memiliki 12 pintu di keempat sisinya dan 12 jendela di bagian atas. Maksud dari jumlah pintu dan jendela tersebut adalah menyesuaikan dengan jumlah pintu pada Benteng Wolio yang juga berjumlah 12.

Ya, dari luar masjid ini memang terlihat biasa saja. Namun, bila Anda masuk ke dalamnya ada yang mencengankan dan membuat mulut Anda mengucap “Subhanallah”. Seperti dilansir situs resmi Pariwista Indonesia, Senin (23/7/2012), di dalam masjid agung ini terdapat pusena (pusatnya bumi) yang konon kisahnya sering terdengar suara azan dari Mekkah, Arab Saudi. Pusena ini berbentuk lubang yang berada tepat di belakang Mihrab.
sumber
Read More..

Kisah HERCULES Sang Preman Tanah Abang

Minggu, 01 Desember 2013

Yang ini Bukan Hercules, tokoh mitos yang dikenal sebagai manusia setengah Dewa, pUtra dari Zeus.Namun yang ini adalah tokoh yang berasal dari Tanah Abang, dan mungkin banyak orang akan gentar mendengar namanya.Ya Hercules, yang hingga kini dikenal sebagai Senior Preman disegani di Jakarta dan sekitarnya.Bahkan namanya kerap dihubung-hubungkan dengan para tokoh dan mantan petinggi militer, seperti Prabowo Subianto.
Benarkah Hercules adalah preman yang tak memiliki hati, berdarah dingin dan mampu membunuh manusia bak membunuh lalat?,,

Berikut Kisah Biografi Hercules - Sang Preman tanah abang

Kisah HERCULES - Sang Preman Tanah Abang
Hercules Rosario Marshal adalah nama aslinya… ia ternyata merupakan seorang pejuang yang pro terhadap NKRI ketika terjadi ketegangan Timor-timur sebelum akhirnya merdeka pada tahun 1999. Maka tak salah jika sosoknya yang begitu berkarisma ia dipercaya memegang logistik oleh KOPASUS ketika menggelar operasi di Tim-tim. Namun nasib lain hinggap pada dirinya, musibah yang dialaminya di Tim-tim kala itu memaksa dirinya menjalani perawatan intensif di RSPAD Jakarta.

Menurut pengakuan Hercules, dirinya masuk ke Jakarta pada sekitar tahun 1987. Awalnya Hercules masuk di Hankam Seroja penyandang cacat saat dirinya mendapatkan luka di bagian tangan dalam Operasi Seroja dan mendapatkan pelatihan keterampilan di sana. “Saat itu saya sudah main ke Tanah Abang dan setelah selesai di Hankam, saya ke Tanah Abang lagi. Saya merebut daerah hitam dan di situ pertarungan sengit. Hampir tiap malam ada orang mati,” kata Hercules.
Bersama teman-temannya dari Timor Timur, Hercules mulai membangun daerah kekuasannya di Tanah Abang. Dari kelompok kecil, hingga Hercules membawahi sekitar 17.000 orang ‘pasukannya’ yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta.

Dan dari situlah perjalanan hidupnya menjadi Hercules yang di kenal sampai sekarang, ia jalani. Hidup di Jakarta tepatnya di daerah Tanah Abang yang terkenal dengan daerah ‘Lembah Hitam’, seperti diungkapkan Hercules daerah itu disebutnya sebagai daerah yang tak bertuan, bahkan setiap malamnya kerap terjadi pembacokan dan perkelahian antar preman.

Hampir setiap malam pertarungan demi pertarungan harus dia hadapi. “Waktu itu saya masih tidur di kolong-kolong jembatan. Tidur ngak bisa tenang. Pedang selalu menempel di badan. Mandi juga selalu bawa pedang. Sebab setiap saat musuh bisa menyerang,” ungkapnya

Rasanya tidak percaya Hercules preman yang paling ditakuti, setidaknya di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta. Tubuhnya tidak begitu tinggi. Badannya kurus. Hanya tangan kirinya yang berfungsi dengan baik. Sedangkan tangan kananya sebatas siku menggunakan tangan palsu. Sementara bola mata kanannya sudah digantikan dengan bola mata buatan.

Tapi setiap kali nama Hercules disebut, yang terbayang adalah kengerian. Banyak sudah cerita tentang sepak terjang Hercules dan kelompoknya. Sebut saja kasus penyerbuan Harian Indopos gara-gara Hercules merasa pemberitaan di suratkabar itu merugikan dia. Juga tentang pendudukan tanah di beberapa kawasan Jakarta yang menyebabkan terjadi bentrokan antar-preman.

Belum lagi sejumlah tawuran antar-geng yang merenggut korban jiwa atau luka-luka. Sejak pertengahan 80-an kelompok Hercules malang melintang di kawasan perdagangan Tanah Abang. Tak heran jika bagi warga Jakarta dan sekitarnya, nama Hercules identik dengan Tanah Abang.

Banyak cerita dari pria yang bernama lengkap Hercules Rozario Marshal ini. Mulai sepak terjangnya ketika memulai menjadi preman di Jakarta, isu kedekatannya dengan Prabowo Subianto, hingga pengakuannya yang kini belum pernah membunuh orang dan soal mitos yang menyebut dirinya kebal peluru.

Meski tubuhnya kecil, nyali pemuda kelahiran Timtim (kini Timor Leste) 45 tahun lalu ini diakui sangat besar. Dalam tawuran antar-kelompok Hercules sering memimpin langsung. Pernah suatu kali dia dijebak dan dibacok 16 bacokan hingga harus masuk ICU, tapi ternyata tak kunjung tewas. Bahkan suatu ketika, dalam suatu perkelahian, sebuah peluru menembus matanya hingga ke bagian belakang kepala tapi tak juga membuat nyawa pemuda berambut keriting ini tamat. Ada isu dia memang punya ilmu kebal yang diperolehnya dari seorang pendekar di Badui Dalam.

Pada suatu kesempatan ada yang mencoba menanyakan salah satu mitos yang beredar di kalangan masyarakat adalah apakah Hercules kebal peluru? Dengan tersenyum Hercules, membantah hal itu. “Kita tidak kebal peluru. Kita selalu selamat karena berbuat amal, membantu anak yatim piatu. Doa mereka yang selalu membuat saya selamat,” uangkapnya.

Di balik cerita-cerita seram mengenai dirinya, jarang yang mengetahui bahwa ternyata Hercules adalah penerima penghargaan Bintang Seroja dari pemerintah, saat bergerilya di Timor Timur.

Di balik sosok yang menyeramkan ini juga , ada sisi lain yang belum banyak diketahui orang. Dalam banyak peristiwa kebakaran, ternyata Hercules menyumbang berton-ton beras kepada para korban. Termasuk buku-buku tulis dan buku pelajaran bagi anak-anak korban kebakaran. Begitu juga ketika terjadi bencana tsunami di beberapa wilayah, Hercules memberi sumbangan beras dan pakaian. Soal beras, memang tidak menjadi soal baginya karena Hercules memiliki tujuh hektar sawah di daerah Indramayu, Jawa Barat. Bahkan juga bantuan bahan bangunan dan semen untuk pembangunan masjid-masjid. Sisi lain yang menarik dari Hercules adalah kepeduliannya pada pendidikan. “Saya memang tidak tamat SMA. Tapi saya menyadari pendidikan itu penting,” ujar ayah tiga anak ini.

Maka jangan kaget jika Hercules menyekolahkan ketiga anaknya di sebuah sekolah internasional yang relatif uang sekolahnya mahal. Bukan Cuma itu, ketika Lembaga Pendidikan Kesekretarisan Saint Mary menghadapi masalah, Hercules ikut andil menyelesaikannya, termasuk menyuntikan modal agar lembaga pendidikan itu bisa terus berjalan dan berkembang.
Hercules pun aktif duduk sebagai salah satu pimpinan di situ.

Walau bertahun-tahun mengembara di negeri orang, tapi sosok Hercules tetap berpegang teguh pada nilai-nilai budaya Timor Leste. Hal ini terlihat jelas saat sejumlah armada Koran ini bertandang ke kediamannya yang terletak daerah Kebun Jeruk, Jakarta, pada medio Juni 2004. Kedatangan armada STL yang dikomandoi Godinho Barros, yang tidak lain adalah saudara sepupu Hercules diterima dengan penuh kekeluargaan.
Menurut pegakuan Hercules , dia beberapa kali berurusan dengan kepolisian. Meski pernah dipenjara beberapa waktu, Hercules mengakui hingga saat ini dirinya belum pernah sekali pun melakukan tindakan pembunuhan dan pemerasan. Dalam kasus penyerangan ke kamar Jenazah RSCM, Hercules menyebutkan saat itu ditahan selama 60 hari dan pada kasus Indopos, dirinya ditahan selama 40 hari.

“Saya tidak pernah ditahan karena membunuh orang, memeras orang. Nama saya di kepolisian masih bersih. Mudah-mudahan tidak ada,” ucapnya.

Dalam kasus premanisme, lanjut Hercules, preman berasal dari kata free-man yang berarti orang bebas. Banyaknya preman yang muncul dikarenakan masalah pendidikan dan tidak dimilikinya keterampilan untuk berkembang. Namun jika preman itu melakukan tindakan kekerasan maka adalah tanggung jawab kepolisian untuk menindaknya.

Biasanya preman ini berakhir bekerja sebagai debt collector. Hercules pun juga mengakui dirinya pernah bekerja debt collector.”Ya kalau tidak dibayar ya saya tagih,” katanya.

Mengenai pertobatannya, dia mengungkapkan bahwa sejak tahun 2006 lalu, dia memutuskan memulai pertobatannya. Kini Hercules mengaku memasuki dunia bisnis seperti kapal, dan perikanan. “Manusia hidup sementara. Mati akan dipanggil satu-satu, tinggal menunggu kematian. Sekarang, saya sadar, saya bertobat, masuk dunia bisnis dan membantu manusia yang membutuhkan,” kata Hercules yang menyebut pertobatan Hercules ini dimulai sejak 10 tahun yang lalu.

Hercules pun membuat ormas yang disebutnya sebagai Gerakan Rakyat Indonesia Baru (GRIB). Dengan ormas ini Hercules berharap dapat membantu masyarakat lainya yang terkena musibah.

Kalau dityanya soal kedekatan Hercules dengan Prabowo. Hercules menegaskan bahwa dirinya dengan Prabowo Subianto mempunyai kedekatan emosional. Hal itu dikarenakan dirinya bersama Prabowo adalah alumni dari Timor Timur. Namun, tidak hanya kepada Prabowo saja Hercules dekat secara emosional, pria ini juga mengaku dekat dengan orang-orang yang sama-sama berjuang di Timor Timur.(sumber)
Read More..

4 Kasus Suap Tilang Oknum Polisi yang Terekam Kamera

4 Kasus Suap Tilang Oknum Polisi yang Terekam Kamera – ada banya kabar mengenai beberapa oknum polisi yang nakal, diantaranya bisa dibilang memalak, disuap dan meminta uang damai. Kabar miring soal oknum polisi lalu lintas yang kerap meminta uang damai saat menilang pelanggar lalu lintas memang bukan isapan jempol semata. Ada beberapa video yang bisa membuktikannya. Di mana saja?

polisi nakal
Video itu tersebar luas di situs jejaring sosial YouTube. Ada yang mendokumentasikannya karena tak sengaja, sebagian lagi memang bertujuan untuk kepentingan investigasi.
Berikut empat video oknum polisi peminta uang damai yang terekam kamera:

Polisi Terima Uang 86 dari Anak SMA


Video pertama berjudul AKSI SUAP POLISI BANDUNG TENGAH A.NURJAMAN. Dalam video berdurasi 45 detik itu, ada seorang polisi yang menerima tanda damai dari beberapa orang ditilang.
Di antara para pelanggar yang ditilang ada anak SMA. Mereka memberi uang supaya STNK masing-masing bisa dikembalikan.
Video ini sudah disaksikan 6.600 kali. Belum jelas apakah polisi yang dimaksud benar bernama Nurjaman.

Tawar Menawar Tilang Polisi Bandung


Video ini diunggah di YouTube pada 16 Oktober 2011. Di dalamnya terekam seorang petugas polisi muda yang tawar menawar harga uang damai dengan pemotor yang ditilangnya.
Dalam bahasa sunda, keduanya saling berdebat. Awalnya si polisi meminta uang Rp 30 ribu untuk menyelesaikan persoalan di tempat. Namun si pelanggar hanya mau membayar Rp 10 ribu.
Polisi itu sempat tak mau dan meminta agar kasus pelanggaran ini diselesaikan di pengadilan. Namun setelah proses tawar menawar berjalan akhirnya disepakatilah harga damai Rp 20 ribu. STNK si pemotor pun diserahkan seiring uang Rp 20 ribu.
Video ini sudah ditonton lebih dari 270 ribu kali. Belum jelas di jalan mana lokasi penilangan ini berlangsung. Identitas dan kesatuan polisi tersebut pun tak terlihat.

Polisi Kediri Terima Rp 50 Ribu


Dalam video berdurasi 2 menit 50 detik itu, terlihat dua oknum yang diduga anggota Unit Lantas Polres Kediri, Jawa Timur. Satu orang petugas mengawasi, sementara satu lainnya yang mengenakan tanda BM di lengan sebelah kiri menerima uang.
Sebelum proses serah terima, sang petugas tampak bernegosiasi dengan pemuda yang ditilang. Hingga akhirnya dicapai kesepakatan angka Rp 50 ribu.
Video amatir berjudul Di Tilang Polisi Kediri itu direkam menggunakan kamera ponsel dan diupload oleh akun TheEstwo pada 18 Desember 2011. Ada 300-an orang yang sudah menyaksikan tayangan tersebut. Namun kini video itu sudah tak bisa diakses.

Polisi Bali Minta Uang Damai ke Bule


Polisi yang meminta 86 masih banyak ditemui. Aksi mereka meminta uang damai bahkan terekam kamera bule yang tengah berada di Bali.
Sebuah video muncul di YouTube 1 April lalu. Video yang diambil dengan kamera tersembunyi itu dengan gamblang memperlihatkan kelakuan polisi di Bali.
Awalnya si bule yang bernama Kees van der Spek ini ditilang karena mengendarai motor tanpa helm. Si polisi langsung menilang dan mengajak van der Spek ke pos polisi di Lio Square, Kuta, Bali.
Di situlah polisi meminta uang damai karena si van der Spek tidak membawa SIM-nya. Setelah mendapatkan uang Rp 200.000 dari van der Spek, polisi itu mengajaknya untuk minum bir di pos.
Siapa van der Spek? Dari penelusuran singkat di internet, nama van der Spek di Belanda sudah cukup terkenal. Dia ikut menulis buku dengan Peter R. de Vries tentang kasus kriminal seputar hilangnya Natalee Holloway, Behind the Scene.
Pada 2007, video polisi minta damai juga muncul di Youtube. Turis Kanada harus mengeluarkan uang Rp 50 ribu karena tidak membawa SIM saat melintas di Jimbaran. Polisi penilang itu kemudian dimutasi ke Polda Bali.

Read More..