Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan

4 Tempat di Indonesia yang Katanya di Bangun Hanya Dalam Waktu Semalam

Kamis, 04 September 2014

Beberapa tempat wisata di Indonesia memiliki legenda tempat yang dibangun dalam semalam. Kemarin tidak ada, tiba-tiba hari ini muncul bangunannya. Percaya tidak percaya, ada 4 tempat yang konon dibangun dalam semalam.

4 Tempat dengan legenda dibangun dalam semalam, berbeda-beda bentuknya. Ada masjid, candi, bahkan gunung.inilah 4 tempat tersebut:

1. Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Cirebon
Masjid Agung Sang Cipta Rasa Cirebon, adalah masjid tertua di Kota Udang itu yang dibangun tahun 1489 oleh Wali Songo. Masjid ini merupakan destinasi wisata religi paling favorit di Cirebon dekat dengan Keraton Kasepuhan. Legenda menyebutkan, masjid ini dibangun dalam semalam, dimulai sejak magrib dan selesai menjelang subuh.

Sunan Kalijaga selaku arsitek disebutkan mengerahkan jin untuk membangun masjid. Sebagian turis tidak percaya, tapi sebagian lagi percaya. Sebabnya, bangunan asli Masjid Agung Cirebon memakai kayu knock down yang mudah dirakit.


2. Masjid Tiban, Surabaya

Nama resmi masjid ini adalah Masjid Rahmat yang terletak di Jl Kembang Kuning, Surabaya, dan menjadi objek wisata religi. Masjid ini adalah peninggalan Wali Songo yaitu Sunan Ampel. Nama asli Sunan Ampel adalah Raden Rahmat, oleh karena itu masjid itu bernama Masjid Rahmat.

Nama Masjid Tiban tak terlepas dari legendanya. Tiban menurut bahasa lokal berarti tiba-tiba ada pada keesokan harinya, seperti mendadak jatuh dari langit. Hal itu bisa saja benar, karena bangunan aslinya adalah masjid yang mungil. Bangunan yang ada sekarang sudah melewati berkali-kali proses renovasi.

3. Candi Prambanan, Yogyakarta
Sejarah mencatat Candi Prambanan dibangun oleh Rakai Pikatan pada tahun 850 Masehi. Namun beda lagi dengan legenda yang didengar wisatawan yang berkunjung ke sana. Candi Prambanan, dan juga Candi Sewu, lekat dengan kisah Roro Jonggrang yang minta dibuatkan 1.000 candi dalam semalam.

Bandung Bondowoso demi meminang Roro Jonggrang mengerahkan bala tentara jin. Namun Roro Jonggrang berhasil membuat suasana seolah sudah pagi. Bandung Bondowoso mengutuk Roro Jonggrang untuk menggenapkan candi ke-1.000. Patung Durga di Candi Prambanan dipercaya sebagai jelmaan Roro Jonggrang.

4. Gunung Tangkuban Perahu, Bandung
Bagaimana mungkin sebuah gunung dibangun dalam semalam? Tapi itulah yang dikisahkan dalam legenda Sangkuriang, kisah yang erat kaitannya dengan Gunung Tangkuban Perahu. Dayang Sumbi demi terhindar dari menikahi anaknya sendiri, Sangkuriang, menantang minta dibuatkan danau dan perahu besar dalam waktu semalam saja.

Upayanya gagal karena Dayang Sumbi berhasil membuat Sangkuriang berpikir hari sudah pagi. Sangkuriang yang marah menendang perahu sampai terbalik dan menjadi Gunung Tangkuban Perahu. Tempat ini menjadi destinasi liburan favorit wisatawan di Bandung dan sekitarnya. Hawa sejuk dan kawah spektakuler jadi alasan turis tak bosan datang ke sini.
source
Read More..

5 Film Indonesia yang Sukses Mendunia

Selasa, 08 April 2014


Fenomena perfilman Indonesia memang saat ini sedang menggairahkan, walaupun banyak film dengan genre dan "bumbu" yang sama saling menyikut demi setali uang dan popularitas di pasaran film Indonesia. Namun akhir-akhir ini dunia perfilman Indonesia kembali dikejutkan dengan sebuah kebanggaan dan prestise secara internasional, ketika sebuah film bergenre laga/action berhasil meledak di pasaran internasional, The Raid, sebuah film yang juga menganggkat olahraga beladiri khas Indonesia. Untuk itu berikut uniknya.com merangkum 5 film karya anak bangsa yang sukses di kancah internasional:

1. The Raid

Dunia perfilman Indonesia yang baru saja menghebohkan dunia lewat film the Raid, penayangan perdana di hollywood mendapat sambutan luar biasa dari insan perfilman, bahkan tidak hanya di amerika film tersebut mendapat apresiasi tinggi, di Kanada,Australia yang juga menjadi negara tempat penayangan perdana secara serempak selalu disesaki penonton.

Sebelum beredar di bioskop, "the Raid" yang diproduksi tahun 2011 telah mendulang beragam penghargaan bergengsi di kancah perfilman internasional, seperti Cadillacs People"s Choice Award,di Toronto international film festival 2011, dan the Best Film sekaligus Audience Award di Jameson Dublin International Film Festival 2012. "The Raid" juga ikut serta dalam festival film Sundance 2012, dan menjadi salah satu karya yang paling disukai panitia Sundance.

TOP RATED IN AMSTERDAM AND LONDON


2. Pintu Terlarang

Gebrakan pada dunia film internasional dilakukan film Indonesia lainnya yakni, pintu terlarang. Sebenarnya film bergenre horor yang dibintangi aktor Fachri Albar ini kurang mendapat apresiasi di Indonesia. Namun film yang dirilis pada tahun 2009 tersebut cukup menerima penghargaan di internasional.
Bahkan "Pintu Terlarang" terpilih dan diputar pada ajang Intenational Film Festival Rotterdam ke 38 pada 21 Januari hingga 1 februari 2009 silam, dan penghargaan cukup membanggakan diraih di Fantastic Film Festival. Dalam festival yang digelar di Korea Selatan 16 hingga 26 Juli tersebut, "Pintu Terlarang" mendapat penghargaan Best of Puchon atau salah satu kategori film terbaik.

Selain Fachri Albar, film ini melibatkan artis ternama lainnya seperti Marsha Timothy, Ario Bayu, Tio Pakusadewo, dan Henidar Amroe, cerita film ini diadapasi dari novel berjudul sama, karya Sekar Ayu Asmara.


3. Daun Di atas Bantal

Film yang kurang diminati di negeri sendiri tapi mendapat apresiasi tinggi di luar negeri juga diterima film daun di atas bantal. Film karya sutradara Garin Nugroho yang diproduksi tahun 1998 ini sempat terhenti pembuatannya akibat krisis ekonomi yang melanda indonesia pada 1987 silam.
Film yang di produksi oleh Christine Hakim tersebut akhirnya diselesaikan di Australia. Film yang mengisahkan seorang ibu dengan tiga anak jalanan itu selesai berkat adanya bantuan dari pihak ketiga, seperti Hubert Bals Fund, NHK, dan lainnya.

Walaupun penggarapannya sempat terhenti, namun film tersebut dianggap memiliki kualitas sebagai film festival secara penggarapan. Terbukti dengan beberapa penghargaan intenasional yang diraih daun di atas bantal.
Pada ajang asia Pacific Film Festival pada tahun 1998, "Daun di Atas Bantal" dinobatkan sebagai film terbaik,dan Christine Hakim sebagai aktris terbaik. Menjadi unggulan dalam kategori Silver Screen Award Best Asian Feature film pada Singapore International Film Festival pada 1999. Sementara sutradara Garin Nugroho memperoleh Special Jury Prize pada Tokyo International Film festival 1998.


4. Laskar Pelangi

Film Indonesia lainnya yang mendapat banyak penghargaan internasional yakni Laskar Pelangi. Film yang diadopsi dari novel laris karya Andrea Hirata dengan judul yang sama juga menjadi salah satu film yang diputar pada festival film international fukuoka 2009 di Jepang.
film yang disutradarai Riri Riza itu juga diputar di barcelona asian film festival 2009 di spanyol,singapore international film festival 2009, 11th Udine Far East Film Festival di Italia, dan Los Angeles Asia Pacific Film Festival 2009 di Amerika Serikat.

Bahkan studio film di negara seperti, Namibia, Spanyol, Italia, Hongkong, Singapura, Jerman, Amerika, Australia, dan Portugal beramai-ramai menayangkan film tentang mimpi 10 anak di desa terpencil dalam mengenyam pendidikan tersebut.

Setelah rilis pada tahun 2008, "Laskar Pelangi" meraih penghargaan the Golden Butterfly Award untuk kategori film terbaik di International Festival of Film for Children dan Young Adults di Hamedan, Iran. Menjadi nominasi film terbaik di Berlin International Film Festival 2009, serta editor terbaik asian film 2009 di Hongkong.


5. Pasir Berbisik

Film Indonesia lainnya yang berhasil mencuri perhatian dunia yakni, "Pasir Berbisik". Film yang disutradarai Nan Achnas ini mengambil latar keindangan Gunung Bromo. Selain ketajaman ide cerita, pesona keindahan alam Gunung Bromo membuat film ini memiliki daya tarik luar biasa.

Belum lagi akting dari aktris senior Christine Hakim dengan aktris muda kala itu, Dian Sastro Wardoyo, dinilai pengamat film di tanah air, membuat "Pasir Berbisik" terasa lebih hidup dan enak dinikmati. Totalitas artis papan atas lainnya seperti, Didi Petet, Dik Doang, Slamet Raharjo, Mang Udel, dan Dessy Fitri memperlihatkan film Indonesia juga memiliki kelas tersendiri.

Setelah cukup mendapat perhatian dari insan film di tanah air, "Pasir Berbisik" mampu meraih penghargaan internasional, seperti Best Cinematography Award, Best Sound Award, dan Jury"s Special Award for Most Promising Director untuk Festival Film Asia Pacifik 2001, artis wanita terbaik, Festival Film Asiatique Deauville 2002. Artis wanita terbaik pada Festival Film Antarbangsa Singapura ke-15.

source
Read More..

Foto Pria Ini Mengoleksi 10 000 Buah Kaleng Coca Cola Dari Berbagai Negara Termasuk Keleng Coca Cola Indonesia

Senin, 07 April 2014


Pria ini adalah Davide Andreani (39 tahun). Sejak kecil, Davide punya kegemaran untuk mengumpulkan bentuk, gambar, atau desain unik dari kaleng Coca Cola. Setiap tahun atau di saat ada event khusus, biasanya kaleng Coca Cola akan memiliki desain yang berbeda dan ditulis dalam website resminya www.davideandreani. Hal itulah yang membuat Davide semangat mengumpulkan semuanya.

Perjuangan Davide tidak main-main, dia mengumpulkan kaleng-kaleng itu dari semua negara, kecuali Korea Utara dan Kuba, karena Coca Cola tidak dijual di sana. Pria yang berasal dari Italia ini bahkan memiliki edisi khusus yang diluncurkan tahun 1986. "Saya mulai mencintai dan mengumpulkan kaleng ini ketika saya masih muda," ujarnya.


Ayah Davide yang sering melakukan perjalanan bisnis di berbagai negara Eropa akan membawa pulang kaleng Coca Cola dengan desain khusus yang berbeda di tiap negara. Dari situlah muncul keinginan untuk mengoleksi semua bentuk unik kaleng Coca Cola dari seluruh dunia.

"Pada tahun 1990, saya hanya punya ratusan kaleng, tetapi dengan kehadiran internet, koleksi saya semakin banyak dan sekarang mencapai lebih dari 10.000 kaleng," ujar Davide.


Menurut Davide, hobinya ini tidak terlalu mahal, sekaleng Coca Cola tidaklah mahal dibandingkan koleksi lain seperti boneka, miniatur bangunan dan sebagainya. Satu hal yang cukup memusingkan adalah tempat meletakkan koleksi kaleng Coca Cola. Terbatasnya ruang membuat Davide tidak bisa memajang semua koleksinya, hanya separuh yang dia pajang di garasinya.


"Impian saya adalah mengunjungi semua negara di dunia, tapi saya tidak punya cukup uang. Oleh karena itu saya melakukan perjalanan virtual, dengan internet," ujarnya mengenai bagaimana dia mendapatkan berbagai kaleng Coca Cola dari seluruh dunia.

source
Read More..